Labels

Showing posts with label My Story. Show all posts
Showing posts with label My Story. Show all posts

Thursday, July 4, 2013

Jangan Kembali Lagi

Langit gelap terus menurunkan air matanya. Di malam hari. Diam-diam.

Bukan. Bukan langit yang menangis. Tapi setitik cahaya itu. Mencoba menarik perhatian siapapun (yang peduli) untuk melihatnya.

Ah, ternyata tangisannya tetap bertahan hingga kini. Entah, entah sudah berapa windu ia membendung awan mendung itu. Kini, satu per delapannya telah berubah wujud menjadi zat cair yang dengan derasnya keluar tanpa seizin pemiliknya.

"Ada apa? Mengapa sinarmu redup?"
"Karena sudah saatnya, mungkin"
"Saatnya?"
"Sudah saatnya untuk pergi"
"Tapi.. kenapa?"
"Karena aku sudah tidak bisa menciptakan kebahagiaanku di sini. Bertahun-tahun. Sudah cukup. Dan bunga sudah mulai mekar dengan segarnya. Secepat angin, kau pun tergoda untuk memetiknya kan? Sedangkan aku, hanya setitik noda di langit, yang kadang tak terlihat, dan terlalu antagonis."
"Ya. Kalau begitu pergilah. Memang tidak akan pernah ada tempat di sini. Pergilah, dan tolong, jangan kembali lagi."

***

Bumi Allah, 25 Sya'ban 1433 H
Bandung, 4 Juli 2013 M
Bella Fariza Hanifa

Sunday, November 11, 2012

Si Gadis Ceria Selamanya

Hari ini, mungkin waktunya kehilangan lagi.
Lagi-lagi. Karena alasan yang sama lagi.

Hari ini, mungkin waktunya menangis lagi.
Lagi-lagi. Karena tusukan yang sama lagi.

Bersedih. Termenung. Tenggelam.

Mungkin sekarang memang waktunya lagi.

Tapi pengalaman sudah mengajarkanku.
Sedih untuk sementara.
Walau kehilangan untuk selamanya.

Karena bintang percaya.
Aku harus tetap menjadi si gadis ceria selamanya.

Bendera Putih

Hitam gelap itu menyeramkan
Dan kini pelangi menjadi hitam

Jahat.

Kalau benci
Kenapa bertahan?
Ditusuk dari belakang itu sakit

Kalau memang benci
Sebaiknya pergi

Maaf, untuk kali ini
Aku lelah
Lihat,
Bendera putih berkibar.


Friday, November 9, 2012

Bukan dan Tapi

Sahabat bukan tentang selalu bersama. Tapi yang selalu dihati, teringat. Dan tidak dilupakan.
Bukan tentang bagaimana mereka selalu bersama. Bukan tentang sebanyak apa waktu yang dihabiskan bersama. Tapi sedalam apa mereka tersimpan dihati, dalam ingatan. Dan tidak dilupakan.
Jatuh hanyut dan tenggelam
Melanggar janji dan obat hati
Kini kambuh kembali
Dan rasa hampa
Menyeruak memaksa

Sebuah tali yang baik-baik saja
Tapi mata selalu terbalik
Positif negatif
Sama saja

Keramaian itu menyilaukan
Seperti senyuman dan menarik perhatian
Tapi lagi-lagi dilupakan
Kosong

Keramaian itu menyilaukan
Seperti memukul dan membelai
Bersamaan
Tapi lagi-lagi dilupakan
Kosong

Bukan tentang selalu bersama. Tapi yang selalu dihati, teringat. Dan tidak dilupakan.

I'm not really good. But I've tried hard. For sure.

Bella Fariza Hanifa
Jatinangor, 10 November 2012 M
Bumi Allah, 25 Dzulhijjah 1433 H

Monday, November 5, 2012

Pergi dan Tinggalkan

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu'alaikum warahmatullah

“Setiap yang bernyawa itu pasti akan mengalami kematian.”(QS. Ali 'Imran: 185)
Teman-teman ingat salah satu ayat Al-Quran tersebut?
Minggu ini, lantunan ayat itu selalu mengiang ditelingaku. Bagaimana tidak, dalam seminggu, aku mendengar lima kabar kematian secara berturut-turut. Allah Maha Besar, dengan segala kuasa-Nya, mungkin ingin memberi tamparan kepada kita semua, kepada hamba-Nya, yang disayangi-Nya, yang masih senang berbuat dosa. Astagfirullah.

Tepat satu minggu yang lalu, salah satu orang hebat yang pernah aku kenal, meninggal karena Allah menakdirkannya demikian. Ya. Sebut saja seperti itu. Aku tidak ingin menyalahkan pihak manapun yang membuat sepotong batang pohon itu, seolah memilih, untuk menimpa dan membuat seniorku terluka parah. Itu mungkin memang kelalaian suatu pihak. Tapi, aku sangat yakin, bahkan tidak ada daun yang jatuh tanpa izin dan sepengetahuan dari Pemiliknya. Ya. Batang pohon itu juga. Jatuh menimpa seniorku, sudah pasti Allah juga yang menggerakan.

Kaget? Ya. Bahkan rasanya ada sesuatu yang tiba-tiba kosong. Aku memang tidak dekat dengannya. Tapi menjadi juniornya selama 4 tahun sudah cukup membuatku bisa melihat bahwa dia memang orang hebat. Ya. Dan bukan hanya aku yang merasakan hal itu.


Saturday, November 3, 2012

Si Jadul


Ngit, apa kabar hari ini?
Tetap cerah dan biru seperti biasanya kah?

Sudah lama aku tak melihat warna-warni-mu.
Kamu merindukannya, Ngit?
Ya. Aku juga.

Ngit, tahukah kamu, tadi malam sendu itu datang lagi.
Sakit itu menyapa lagi.
Butiran itu menembus pertahananku lagi.

Bukan, bukan tentang kerajaan-ku.
Ini masih tentang si jadul.
Ya. Ternyata. Masih.


Monday, August 6, 2012

Surat Cinta Untuk AI'11

For LOVE with love

Dear love,

Ingatkah saat cinta masih menggema di sebagian relung hati kita
Ingatkah saat takbir menjadi tanda semangat kita yang menggelora
Ingatkah saat keringat tercucur demi sebuah ikatan yang erat

Karena Allah

Lihatlah sekarang apakah cinta masih menggema?
Lihatlah sekarang apakah takbir masih menjadi tanda kita?
Lihatlah sekarang apakah keringat masih tercucur?

Karena Allah


Dear love,
Mungkin dunia baru selalu lebih indah
Tapi bagiku selalu ada keindahan baru bersama kalian

Untuk kalian yang selalu bisa jadi tempat 'pulang'
Untuk kalian yang punya kesabaran level "gak ngerti lagi"
Untuk kalian yang selalu punya senyum untukku
Untuk kalian yang menjadi pelangi setelah mendung datang

Saat bintang mulai keluar dari orbitnya
Hanya Allah yang kuasa mengembalikannya
Tapi yakinlah, bintang selalu berada di sini
Meskipun tak terlihat

Kita sudah pernah melewati hujan bahkan badai
Tapi kita juga pernah merasakan hangatnya mentari kekeluargaan
Bersyukurlah, karena pelangi tak akan lahir tanpa keduanya

Maaf untuk keegoisanku
Terima kasih untuk segalanya

Dear love
From The Star 


Bella Fariza Hanifa
Bumi Allah, 16 Ramadhan 1433 H
Bandung, 5 Agustus 2012 M

Saturday, June 9, 2012

Tanpa Rasa

Tulisan ini di-copas dari Owl's Blog :)


"Aku pernah percaya bahwa lelaki seperti kamu dan perempuan seperti aku dapat menjalin pertemanan yang tanpa rasa.


Dunia tau pertemanan kita yang tak perlu lagi ditanya berapa umurnya.
Kamu pun tau saat-saat terbaik dalam hidupku sampai bagian terburuknya.
Begitupun aku.


Bohong bila aku mengatakan kamu sama sekali tidak menarik.
Aku suka senyummu,
aku suka ekspresi kesalmu saat aku mulai keras kepala.


Lalu sensasi itu muncul,
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgioFMLvQhPK-iZ5u3AgrYkP01zLSWSBN-r3RnTOtbQ5bp8UeaOA7_AoAldpCVlKp3HURO-osYutgZJIWWAagc8-03RtPOykzdjhnFzJwZbBTgZm2M5unZsayDLKDG28I2SGyfUbti4seY/s1600/cerpen+Sahabat+Jadi+Cinta.jpg

Friday, May 18, 2012

Lingkaran

Saat mencoba untuk menjauh
Dan kini benar-benar jauh
Semakin jauh
Dan terlalu jauh

Sepertinya aku memang sudah berjalan sangat jauh dari lingkaran itu
Dan lingkaran itu terlihat lebih indah saat aku jauh


Sunday, April 1, 2012

Putus Asa

Untuk yang nyaris putus asa,
bisikkanlah

Tuhanku Yang Maha Melapangkan

Ingin rasanya aku menyerah,
melepaskan ini semua dan
membiarkan diriku hilang
dalam ketidak-pedulian.

Tapi aku tak mungkin ikhlas
membiarkan jiwa baikku ini rusak.
Sebetulnya aku hanya letih
dan sedikit merasa tak disayangi

Sunday, March 25, 2012

Seperti Sebuah Penolakan

Terik dalam suram
Terang dalam gelap
Hangat dalam dingin

Untuk kesekian kali
Seperti sebuah penolakan

Jatuh terbaring tanpa harapan
Membuang kenangan dan senyuman

Untuk kesekian kali
Seperti sebuah penolakan

Angin bersenandung
Melagukan tangisannya
Diikuti tetesan langit

Thursday, March 22, 2012

Spica, Sirius Kembali!

Spica!
Sirius kembali!

Dengan terang yang biasanya
Dengan indah yang biasanya

Spica tau
Sirius tidak berubah
Bahkan sakit dalam dirinya
Tetap sama

Saturday, March 10, 2012

Lelah dan Sendiri

Tuhan..
Aku lelah mengejarnya, tapi aku tak suka menunggu.
Aku lelah berharap, tapi aku tak bisa menyerah.
Aku lelah mengikuti semua kehendak orang lain, tapi aku tak kuasa melawan.

Aku lelah, Tuhan.
Aku sungguh lelah.

Tapi aku tau, aku selalu memiliki Engkau.
Engkau, yang akan menguatkan aku dan tau mana yang baik untukku.


Tuesday, February 28, 2012

Poem; Kopi Ini Pahit

Pahit
Kopi ini pahit
Getar ini salah!
Ya. Ada yang salah!

Hangat ini lain
Bukan hangat yang biasanya
Bukan hangat yang aku cari
Bukan hangat yang aku suka
Hangat ini sakit



Poem; Menunggu Warna

Merah dan coklat dalam nyaman
Lingkaran bunga terangi putih
Menyorot sedih tanpa peduli

Hijau indah kalahkan penat
Hijau indah rasuki jiwa

Empat satu, satu tiga
Mengisi ruang hampa yang suci

Saturday, February 25, 2012

Poem; Bintang Pelangi

Pelangi memang kembali
Membawa warna cerahkan hari
Bersama tetesan terakhir hujan Februari

Pelangi tetap indah, tapi ia membawa abu
Pelangi tetap tersenyum, tapi ia membawa abu


Abu,
Menyeret hampa dalam angan
Melukiskan sakit pada ruang kebebasan

Friday, February 24, 2012

Tanpa

Bissmillahirrahmaanirrahiim..

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sepertinya perasaan seperti ini sudah menjadi bagian dari dalam diri ini.
Selalu bersama dengan mereka, tapi tak seutuhnya menjadi bagian dari mereka.

Aku memang tidak terlalu suka menjadi pusat perhatian.
Seringkali aku hanya ikut memilih apa yang banyak orang pilih.

Tidak punya pendirian?
Mungkin iya, mungkin tidak.
Karena aku hanya tidak pandai berpendapat.

Tidak seutuhnya menjadi bagian dari mereka.
Ya. Memang seperti itu.

Tapi aku sudah cukup bahagia dengan keadaan seperti ini.
Aku tidak perlu benar-benar merasa menjadi bagian dari mereka.
Aku hanya perlu bersyukur karena takdir Tuhan ini.


Poem; Amnesia

Lupa itu mudah
Lupa itu cepat

Tapi tidak bagi bintang
yang merindukan hangat
yang kehilangan pelangi


Poem; Setitik Noda

Bintang itu bersinar
Sinar dari dalam dirinya
Bintang itu hiasan malam
Bintang itu bersinar!

Tapi kini ia redup
Jauh dari mata yang melihat
Tenggelam di gelapnya malam
Tergantikan bulan yang bersinar

Poem; Api, Panas, dan Pergi

Saat yang lain menjadi api
yang lain menjadi air
Tapi angin terus berhembus
Dan api membesar
Lalu api membara
Kian menjalar
Hingga air kehilangan matanya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Spinning Blue Star With Falling Stars