Tuesday, February 21, 2012

Poem; Bintang Mati

Tulis!
Tumpahkan!
Ini sudah menyebalkan!

Teriak!
Kau bahkan tak peduli, kan?
Kau bahkan tak mau mendengarnya!

Sesak ini sudah cukup
Sakit ini sudah dalam
Tangis ini sudah deras

Bunga memang lebih indah
Bunga memang lebih wangi
Bunga memang lebih cantik
Bunga memang lebih baik
Bunga memang selalu indah
Selalu indah
Selalu benar

Bintang memang jauh
Bintang memang jauh
dan Bintang memang jauh

Sinar ini sudah redup
Kini terjatuh
Kini terhempas
Kini tak berarti

Tak bisa kah dingin ini pergi?
Bangku taman!
Kenapa kau renggut hangat itu!

Menahannya
Menahan dingin ini
Harus
Harus sendiri

Pelangi masih menghilang
Dan aku kembali merindukannya

Taukah kau siapa yang pada akhirnya disalahkan?
Taukah?
Pedulikah?

Taukah kau siapa yang pada akhirnya menangis?
Taukah?
Pedulikah?

Taukah kau siapa yang pada akhirnya dicaci?
Taukah kau siapa yang pada akhirnya tersudut?
Taukah kau siapa yang pada akhirnya harus mengalah?

Taukah?
Pedulikah?

Pelangi
Kapan kembali?
Lihat
Aku masih bisa tersenyum
Aku sudah bisa menjadi naif
Aku masih bisa tersenyum!
Lihat!

Kembalilah
Pelangi.

Sebelum
Bintang ini
Mati


Bella Fariza Hanifa
Bumi Allah, 28 Rabiul Awwal 1433 H
Rancaekek, 21 Februari 2012 M
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Spinning Blue Star With Falling Stars